Presiden Prabowo Dorong Penguatan Peran Penyuluh dan TPK dalam Program MBG

 

Presiden Prabowo Subianto, dalam Pertemuan Penguatan Peran (TPK) 

BorneoTalks.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta agar penguatan peran penyuluh keluarga berencana dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) diprioritaskan, menyusul laporan perkembangan program dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, pada Selasa (25/11) di Istana Merdeka.


Dalam pertemuan tersebut, Wihaji menyebut pihaknya telah melaporkan perkembangan pelaksanaan berbagai agenda strategis kementerian. Ia mengatakan bahwa audiensi ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan langsung kondisi terkini program pembangunan keluarga.


“Alhamdulillah saya telah menghadap Bapak Presiden untuk melaporkan kegiatan yang berkenaan dengan kementerian kita, yaitu Kemendukbangga,” ujar Wihaji.


Wihaji menjelaskan kepada Presiden bahwa saat ini terdapat hampir 600 ribu TPK yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD. Dari jumlah tersebut, 42.163 TPK disebut sudah mendistribusikan bantuan secara langsung kepada masyarakat.


Ia juga melaporkan bahwa penerima manfaat program MBG telah mencapai lebih dari tiga juta orang. “Penerima manfaatnya sudah 3 juta lebih sedikit,” ungkapnya dalam laporan kepada Presiden.


Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peningkatan kapasitas para penyuluh KB dan Petugas Lapangan KB. Menurut Wihaji, Presiden menilai bahwa dinamika di lapangan membutuhkan tenaga penyuluh yang semakin terlatih dan adaptif.


“Bapak Presiden memberikan arahan agar edukasi dan sosialisasi terus ditingkatkan bagi para penyuluh,” kata Wihaji, menyampaikan kembali arahan Presiden.


Sebagai bentuk dukungan terhadap para petugas lapangan, Presiden Prabowo bahkan berencana memberikan bantuan kendaraan. Wihaji menyebut bahwa Presiden ingin mempermudah mobilitas penyuluh dalam melayani masyarakat.


“Bapak Presiden tadi menyampaikan akan memberikan bantuan motor kepada seluruh penyuluh di Indonesia,” ujarnya.


Wihaji menuturkan bahwa Presiden juga memberikan apresiasi tinggi kepada TPK dan penyuluh yang selama ini menjalankan tugas pendistribusian bantuan secara langsung ke rumah-rumah warga. Ia mengatakan bahwa Presiden sangat menghargai dedikasi para petugas lapangan.


“Bapak Presiden sangat mengapresiasi para penyuluh dan tim pendamping keluarga yang bekerja di lini lapangan,” tegas Wihaji.


Transformasi BKKBN menjadi kementerian, lanjutnya, turut memberikan energi baru bagi jajaran Kemendukbangga. Wihaji menilai bahwa perubahan status tersebut memperkuat komitmen pemerintah dalam membangun keluarga Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera. (Setkab.go.id)

Post a Comment

أحدث أقدم